Ada sebuah gua yang penuh dengan nuansa religi sekaligus penuh dengan mistis di Kabupaten Tuban dan merupakan wisata andalan daerah setempat. Gua Akbar dengan keunikannya yang tidak seperti gua alam lain yang kebanyakan berlokasi di tempat yang terpencil, gua ini malahan berada tepat di bawah pasar rakyat di dalam kota.

Dahulu gua ini bernama Gua Gabar yang konon berasal dari nama sebuah pohon yang tumbuh didepan gua, yakni pohon Abar yang hidup di dekat pintu masuk gua. Sehingga masyarakat setempat menyebutnya Gua Abar atau Gua Gabar atau Ngabar. Sedangkan kata “Akbar” sendiri merupakan slogan Pemerintah Daerah yang yang sebelumnya ber-slogan Tuban Semarak. Akbar adalah singkatan dari Aman, Kreatif, Bersih, Asri, dan Rapi. Kemudian setelah mulai dipugar tahun 1996, gua itu diberi nama sama Gua Akbar.

Gua Akbar ini sarat akan cerita religius. Beberapa tempat di Gua Akbar dipercaya pernah menjadi tempat Sunan Kalijogo dan Sunan Bonang bertapa. Diantaranya seperti ceruk yang diberi nama Pasepen Koro Sinandhi yang artinya tempat pintu yang dirahasiakan. Ceruk ini tampaknya sengaja dibuat sangat kecil pintunya sehingga untuk masuk harus merangkak atau sekurangnya membungkuk. Diyakini ini dimaksudkan bahwa di depan Tuhan semua harus merendahkan diri.

Terdapat pula sebuah ruangan yang cukup luas yang disebut Paseban Wali yang dipercaya dulunya digunakan oleh para walisongo untuk berkumpul. Paseban Wali jika dilihat secara seksama mirip dengan ruang pertemuan. Adanya lubang-lubang di langit-langit gua membuat cahaya matahari dapat masuk. Stalaktit dan stalagmit yang ada juga seakan menjadi hiasan ruangan. Ditambah dengan adanya batu-batu besar yang terletak di bagian depan ruang tersebut yang mirip sekali podium bagi pembicara.

Ada sebuah batu yang disebut Gamping Watu Nogo dipercaya sebagai tempat pertapaan Sunan Kalijogo. Di bawah batu itu terdapat kolam yang terkadang bergolak dan mengeluarkan asap, seakan ada naga di dalamnya. Gua ini memiliki sumber air alami yang diberi nama Kedung Tirta Agung. Anehnya menurut pemandu wisata disana, airnya baru sederas sekarang setelah tahun 1999, ketika Bupati mengadakan syukuran di dekat sumber mata air tersebut. Dengan menggunakan ayam hitam, di malam takbiran, air pun langsung mengucur deras. Hingga kini, air tersebut dipandang memiliki khasiat, baik untuk kesehatan maupun untuk kekuatan.

Masih banyak lorong yang belum dieksplorasi di Gua Akbar ini, karena ini Tuban sering digelari Kota Seribu Gua. Bahkan seperti salah satu lorongnya yaitu Lorong Hawan Samudra dipercaya berakhir di Pantai Utara Tuban. Menurut penelitian arkeologi, diperkirakan Gua Akbar sudah berusia lebih dari 20 juta tahun. Ditemukannya fosil binatang laut seperti kerang di batu-batu dan dinding gua, yang sampai sekarang dapat dilihat dengan mata telanjang, menguatkan posisi Gua Akbar sebagai gua fosil.

Gua Akbar setelah direnovasi pada tahun 1996 semakin memudahkan pengunjung untuk menikmati keindahannya. Jalur jalan didalam gua sudah dibuat paving block dengan pembatas pagar besi(sebagian diantaranya telah di krom) yang sengaja dipasang agar pengunjung tidak tersesat di dalam gua. Hanya cukup mengikuti jalur yang telah dibuat tersebut otomatis seluruh bagian gua bisa dinikmati.

Di dalam gua juga sudah dipasangi lampu-lampu warna-warni untuk membantu menunjukkan tekstur gua. Adanya sebuah kolam air tawar dengan ikan mas didalamnya memberikan nilai tambah tersendiri bagi pengunjung saat mengunjungi objek wisata ini. Benar-benar tujuan tepat untuk mengisi liburan lebaran Anda kali ini.

Luar biasa adalah kata yang tepat untuk memuji tempat ini. Banyak masyarakat Kabupaten Tuban tidak menyangka bahwa sebuah lubang gua yang tadinya di pakai sebagai pembuangan sampah, sekarang telah menjadi obyek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Tidak bisa dipungkiri bahwa setelah berkunjung dan menelusuri gua ini kita akan semakin merasa kecil dan menyadari ada sebuah kekuatan yang sangat besar yang telah menciptakan segala keindahan dan keajaiban di dunia ini. <deni-purwo>